Minggu, 01 Februari 2015
Pasang-Surut Air Laut
Gelombang pasang surut air laut disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut teori keseimbangan gaya pembangkit pasang surut terjadi karena pemisahkan pergerakan sistem bumi-bulan-matahari menjadi 2, yaitu sistem bumi-bulan dan sistem bumi matahari. Sedangkan menurut teori dinamik gaya pembangkit pasang surut menghasilkan gelombang pasang surut (tide wive) yang periodenya sebanding dengan gaya pembangkit pasang surut. Selain itu, faktor faktor lokal seperti bentuk dasar lautan dan massa daratan di sekitarnya kemungkinan menghalangi aliran air yang dapat berakibat luas terhadap sifat-sifat pasang.
. Tenaga pembentuk pasang surut juga berasal dari bulan, bumi, dan matahari yang menarik air laut ke arah bulan dan matahari dan menghasilkan dua tonjolan (bulge) pasang surut gravitasional di laut. Lintang dari tonjolan pasang surut ditentukan oleh deklinasi, yaitu sudut antara sumbu rotasi bumi dan bidang orbital bulan dan matahari (Priyana, 1994).
Tipe-tipe pasang surut air laut bermacam-macam. Salah satunya berdasarkan kedudukan bulan, bumi, dan matahari antara lain spring tides dan nead tides. Indonesia terjadi tipe pasang surut harian, campuran, dan semi diurnal. Indonesia juga memiliki pasang surut yang tinggi karena dipengaruhi oleh Samudera Hindia dan Pasifik.
Alat-alat yang digunakan dalam pengukuran pasang surut air laut antara lain, tide staff, Tide Gauge, dan satelit. Sedangkan metode yang digunakan dalam pengukuran pasang surut air laut dengan proses perhitungan dari komputer didasarkan pada penyesuaian lengkung dari data pengamatan dengan metoda kuadrat terkecil dengan menggunakan beberapa komponen yang dianggap mempunyai faktor yang paling menentukan. Dengan bantuan komputer, maka akan memperoleh data pasang surut air laut.
Tsunami merupakan gelombang laut besar yang terjadi karena gempa tektonik di dasar laut, gunung meletus, dan tanah longsor. Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Patahan tersebut akan terisi oleh air secara tiba-tiba yang biasanya dinamakan surut secara drastis. Jika sudah cukup terisi oleh air dan mendapat tekanan yang kuat, maka gelombang tersebut lama-kelamaan akan tinggi dan sangat kuat untuk mencapai daratan, hingga membuat kerusakan. Gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Dengan gelombang besar tersebut menyebabkan daerah di sekitar pantai juga luluh lantak.
Jumat, 30 Januari 2015
PROSES INTEGRASI KOMUNITAS ASEAN 2015
PROSES INTEGRASI KOMUNITAS ASEAN 2015
I. ASEAN
ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) atau dengan sebutan lain, Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November.
Profile Singkat:
Nama resmi: Association of Southeast Asian Nations
(ASEAN)
Sekretariat Pusat : Jakarta (Indonesia)
Bendera :
Lambang :
Motto : “One Vision, One Identity, One Community”
“10 countries, 1 identity”
Lagu : “The ASEAN Way”
Bahasa Resmi : Bahasa Indonesia
Demonim : Southeast Asian
Negara Anggota : 10 Negara
Pemerintahan : Organisasi Regional
– Ketua KTT ASEAN : Indonesia
– Sekretaris Jendral : Surin Pitsuwan
Pembentukan :
– Deklarasi Bangkok : 8 Augustus 1967
– Piagam : 16 Desember 2008
Luas wilayah (km2) :
– Total : 4.479.210,5 km2 [1]
Penduduk :
– Perkiraan 2010 : 601.000.000 jiwa
– Kepadatan : 135/km2
PDB (KKB) : Perkiraan 2010
– Total : US$ 3.084 triliun [2]
– Per kapita : US$ 5,131
PDB (nominal) : Perkiraan 2010
– Total : US$ 1,800 milyar
– Per kapita : $2,995
IPM (2007) :▲ 0.742 (medium)
Mata uang :
Dolar Brunei
Riel Kamboja
Rupiah Indonesia
Kip Laos
Ringgit Malaysia
Kyat Myanmar
Peso Filipina
Dolar Singapura
Baht Thailand
Dong Vietnam
Zona waktu :ASEAN (UTC+9 to +6:30)
Situs resmi : http://www.asean.org
______________________________________________
[1] Jika dianggap sebagai entitas tunggal.
[2] Dipilih kunci dasar indikator ASEAN
[3] Pertumbuhan tahunan 1,6%
Peta Asia Tenggara
1.1 Prinsip Utama ASEAN
Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:
o Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
o Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
o Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
o Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
o Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
o Kerjasama efektif antara anggota
1.2 Anggota ASEAN
Bendera 10 negara anggota ASEAN.
Sekarang, ASEAN beranggotakan semua negara di Asia Tenggara (kecuali Timor Leste dan Papua Nugini). Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:
1. Filipina (negara pendiri)
2. Indonesia (negara pendiri)
3. Malaysia (negara pendiri)
4. Singapura (negara pendiri)
5. Thailand (negara pendiri)
6. Brunei Darussalam (7 Januari 1984)
7. Vietnam (28 Juli 1995)
8. Laos (23 Juli 1997)
9. Myanmar (23 Juli 1997)
10. Kamboja (16 Desember 1998)
1.3 Sejarah ASEAN
Sekretariat ASEAN di Jalan Sisingamangaraja No.70A, Jakarta Selatan, Indonesia.
ASEAN didirikan oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia), Narciso Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).
Isi Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut:
o Mempercepat pertumubuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
o Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
o Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik,ilmu pengetahuan, dan administrasi
o Memelihara kerjasama yang erat di tengah – tengah organisasi regional dan internasional yang ada
o Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara
Langganan:
Komentar (Atom)
